HARAPAN KADANG TAK PERLU MENGERTI

harapan

Seberapa jauh kau berjalan ?

Ini tentang sebuah peta perjalanan, yang menghapus hujan dan kemarau. Tentang kepedihan memeluk bayang sendiri yang menghapus jejak kepedihan.

Kita pernah ada pada fase ketika belum saling mengenal menjadi seorang yang bahagia, memiliki sewindu tawa, bergembira pada kesederhanaan hidup, lalu pada waktu dia datang pada tingkah lucu, mempesona dan membuat jatuh cinta pada pekatnya. Dunia menjadi istimewa dan sempurna pada kemewahan.

Tanpa sadar menjadikannya tujuan hidup dan satu satunya alasan berbahagia, tergantikan saat saling bertemu dan dekat, menyatu debar jiwanya. Maka keakuan yang dulu sangat sederhana menghilang, menjadikannya ia semesta, ruang khusus dan sakral yang bisa dimasuki sendiri.

Sialnya, datanglah masa yang tak ingin kita bersentuhan dengannya, seakan kau kehilangan kendali atas jiwamu sendiri, keakuanmupun menghilang bersamanya.

Lalu satu satunya yang tak meninggalkanmu, pada sudut ruang….. kau memeluk lututmu sendiri yang tak meninggalkanmu.

» Read more

TANPAKU , KAMU KESULITAN MENJALANI PERAN UTAMAMU

petaperjalanan.com cameoPada rona tengah malam aku terpikir, mungkin bagimu aku hanya cameo seorang figuran yang selalu ada disetiap adegan penting yang tengah kau jalani dari banyak kamera, dari banyak peran yang mengantarkanmu pada tawa pada bahagia pada sedih

Aku hanya seorang cameo

waktu itu kita bertemu disebuah angkot kumal dan entah kenapa wajahmu membuat transportasi buntut ini begitu sejuk,kau menyapaku dan tentu saja membuatku tak lancar menjawab, seolah aku menjadi beku, seolah aku menjadi bisu tiba tiba, mungkin aku perlu ke IGD waktu itu, andai saja tak segera berlalu, untuk sekedar menormalkan kembali aliran darahku.

Senyummu bagai bintang dan kamu seorang bintang, senyum yang dinantikan semua orang, bait demi bait kamu baca sempurna, scene demi scene kamu jalani. Disini kita dipertemukan kembali dalam sebuah ajang glamour sudut camera.

ahhh adegan canggung itu membuatmu memerah, menambah cerah rona pipimu. angin meniupkan rambutmu yang hitam kelam. Aku tahu kau selalu ingin tampil sempurna, seseorang yang selalu ingin sempurna dan tak ingin seorangpun melihat cacatmu.

Aku ? aku hanya cameo yang terkadang duduk disusut cahaya, kabur dan kadang dilupakan. Kamera itu menagngkap semua angel termanismu, menangkap cahaya dimatamu, menelusuri semua jiwamu. dan aku selalu jadi cameo dihidupmu diantara adegan adegan penting scenemu. aku berdiri disudut paling ujung, saat semua mata tak lagi bisa melihat apalagi memicingkan mata.

» Read more

ANTARA

Dulu katamu, taman, ceritamu adalah ladang gersang dimana hujan tak berdebu atau menetas.

Lalu ada tukang kebun yang menanam dengan tekun, saat hujan tak ingin meretas.merimbunkan taman surgawi menghela nafas yang tertubi.

Padang gersangmu berubah jadi savana yang menyejukkan yang tak lagi berujung dan hanya bilangan surgawi.

dulu matamu adalah sungai yang gersang, yang ceritanya adalah pilu.

lalu datanglah sang pelukis, yang melukis pada bebatuan usang.lalu terciptalah mahakarya yang terukir.

dulu matamu adalah lautan luka, yang menyimpan derita terkutuk, lalu pelukis itu menciptakan surga dimatamu dan tumbuhkan harapan

lalu kau pun berlari menyusuri matahari dan terbakar karenanya

lalu kaupun berlari bersembunyi kembali, memeluk erat hanya untuk menanti lagi.