Kehidupan Di Mulai Di Jakarta

Tulisan Ana saat 'sembunyi' & 'berkaca-kaca' di Musholla di hari terakhir Putty ngantor. So, maklum aja jika agak ga beraturan kalimatnya,, wkwkk. I know her so well,, dibalik badan besar tomboy nya, she has a very delicate heart. Tapi sama sekali ga nyangka kalau dia bisa mbrebes mili. Secara dia sangat jarang keluar air mata, dan mungkin hanya 3x dalam hidupnya. Lately past few years, orang-orang sekitar mungkin mengenal Ana sebagai orang yang sering do & talk loud & hard saat saya sakit dan 'dirugikan'. She is not that 'sempit'. She can do the same thing for each person that she called friend, sampe pernah ngelabrak kantor rektor.. a lot lahh.
So,, that's why I thought it needs to be 'publish' this as package of anthung birthday gift. It's trully her words,, no editing,, not even the misspell name Himni,, qiqiqqiii. 
In a few days Wike will also 'graduate'.. should I prepare tissue & shoulder tung ?! (niar)

maaf tung,, hanya nemu foto ini,, tak punya foto wulan

Ternyata lumayan lama juga saya tidak menulis untuk sebuah non komersial. Baiklah semoga ingatan saya masih bisa melesat ke masa lalu dan sekarang dengan bener, coba ada mesin waktu pasti lebih pas.

Mei 2005, ternyata lama juga yah udah kerja disatu tempat, padahal dulu bercita-cita semasa masih dikursi kuliah, karena bangku sekolah itu hanya ada di masa TK sampai SMA saja, karena setelah kuliah hanya disediakan kursi saja, bahwa stay di satu perusahaan itu yang bagus adalah 5 tahunan seperti pemilihan presiden 5 tahunan, lebih dari itu maka tidak bisa bergerak dengan cepat.

Adhikarya? terus terang saya bingung ini perusahaan apa saat di suruh mengisi form ga tau sama sekali, udah deh contekan dengan sebelah. sebelah? iya sebelah dan sebelah ternyata malah ga masuk ( merasa berdosa ). Pas tiba test terakhir wawancara, saya sempat mengajukan dispensasi dari urutan awal minta berada di urutan terakhir saja, karena pagi saya ingin menyambut/mencoba rejeki yang lain, deng deng yup  pas wawancaranya diomeli dulu, kemarin juga udah bilang terakhir saja gapapa toh yang lain juga oper pengen pertama, iyah sajalah…… mo gimana lagi namanya juga orang marah nanti kalau saya jawab malah sampai ubun ubun  dan belum jadi wawancara saya yg disuruh keluar.

Perjalanan pertama, ketemu lagi dengan anak Tekkim yang sering nongkrong dilantai 3 kalau ga 5 karena percobaan skripsinya membutuhkan sinar matahari untuk meluluskan diri dari kursi kuliah, eh gatau ding pastinya apa, tapi sering nongkrong di luar lab saja, yang ramah malah si Ria, ngajak ngomong tanya sini dan sana. Patnernya? Saya mikir pasti ini anak bakalan hidup didunia ke 3, dimana ga membutuhkan manusia untuk membangun dunia, tampangnya sombong, sinis, pilih pilih teman untuk bicara yang kemudian ternyata saya kenal namanya Putty.

Perjalanan kedua, ada mbak mbak tanya bersama temannya Eta, si Eta bertanya bla dan bla, kujawab bla bla dan mbak mbak yang ternyata dikemudian hari bernama Rizka ini ngeyel, kupikir seperti google atau dora berjalan saja nih anak, masalahnya adalah jawabanku yang bener dan kalaupun si Eta ini nuruti perkataannya Rizka pasti udah salah. Dan ternyata kesini sininya yah memang anaknya keukeh pendirian.

Perjalanan ketiga, bertemu dengan mbak mbak dalam angkot dan bertanya tadi yang ikut test kan? lho temennya tadi mana? (surya maksudnya). Ooo  turun beda jalan tadi. Mbaknya ini fashionable banget, ketus, dan ga ada basa basinya blas. Tapi saya minder, soalnya saya berpakaian ala tentara yang kaku, cara ngejawab saya pun  jadinya jawabnya kaya dikepolisian, iya dan tidak. Dan ternyata saya itu ga PD an soalnya mbaknya dari ITB dan tadi di dalam lumayan kritis dan modelnya ga mau omong sama orang lain yang ternyata namanya Niar.

Perjalanan keempat, ketemu anak yang ramah banget. Gatau kenapa diajak ngobrol bla bla dan bla dan tapi tetep jawabnya iya dan tidak. Yang ternyata dikemudian hari menjadi teman sekamar yang hobinya makan dan jalan, seumpama masih di Adhikarya pasti jadi saingan berat badan ama saya, yang saya tahu ternyata namanya Wulan Setyowati.

Perjalanan kelima, saya berpikir  mungkin mbak mbak satu ini lama sekali bertapa didalam kulkas, orangnya dingin, mau ngajak ngobrol jadi takut sendiri, takut diterkam. Yang ternyata namanya Dina.

Perjalanan keenam, waduh….. ini anak tekkim???? serius nih galaunya sungguh diatas rata rata. Pertama kali penempatan sudah heboh dengan kata kata MASKOE, minta rolling penempatan dari Tuban ke Jakarta biar bisa deket dengan maskoe, sibuk telp sana sini eh ternyata ya maskoe lagi. Sampai orang ga kenal pun ga ditanya dulu namanya siapa dan kenapa, tiba tiba minta rolling tempat tentunya demi maskoe.

Perjalanan ketujuh ketemu hilmi, kalem sih jadinya saya ga pernah ngobrol, sungkan karena saya meskipun pendiam pecicilan.

Tatatattatatattatattttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt

Setelah berinteraksi dan kenal.

2012-04-16 00.02.05rev

himni-wulan-rizka lulus, formasi paling awet ber-5

Karena pada dasarnya setiap orang punya sifat berbeda-beda dan tinggal bagaimana kita memahami masing masing individu itu, tidak mudah memang tapi itu harus dilakukan, itulah bagaimananya kita akan bisa menjalin relasi. Karena tegarnya batu karang juga bisa ditakhlukkan…….

Mbak mbak pertama, orang yang pertama kukenal karena orang yang bareng kebandara untuk berangkat ke Jakarta. Datangnya? telats banget padahal saya sudah siap sejam lebih. Yang bikin ngehek adalah perlu ya di dalam pesawat pakai kacamata hitam hahahahhahahaha. Putty ternyata orang yang dulunya tak kirain akan hidup didunia ketiga ternyata bisa hidup didunia sekarang. Putty ini tipe orang yang ambisius dan saking ambisiusnya yang bikin ketawa tiap hari harus ngeliatin apakah rambut  disebelahnya nongol atau nggak. Agak ga peka dan memang ngakuin sendiri hehehhehe. Orang yang mengenalkanku pada kehidupan hedon dengan jalan jalan di Plasa Indonesia tapi tetep makannya nyari macde, menghiburku kalau lagi galau dengan nonton Kanda band (dan entah dimana band itu sekarang) dan unyu unyunya aku kok ya mau  diajak ngejar itu band itu untuk poto bersama, duh malunya…….tapi lucu, potonya ada gak ya masian ? Penyetok tiket tiket bebas menuju transtv, karena kita haus akan hiburan gratis, dan kadang Gigi nyanyi biasapun komentarnya akan selalu bilang wahhh bagus banget, harus punya ini kasetnya, harus punya ( padahal ini jaman CD lho put bukan kaset ….:-)  ), punya gengi  yang tinggi jadi kalau dia omong di iyain ajah karena pasti gamau ngalah….. tapi tetep  kalau dia lagi berapi api , kita makan aja masakannya sampai habis, dia selesai ngomong kan baru sadar kalau makanannnya habis hahahaha. Kamarnya? gatau barang apa saja yang dimasukin segala mesin cuci juga masuk……dan dibalik kegengsiannya sebenernya tersimpan kegalauan yang luar biasa. Hafal betul dengan siapa aja pacarannnya, hafal betul apa yang akan dia dipilih kalau ada 2 pilihan, hafal betul pasti si mapung hubunginnya ke nomerku kalau nomernya si putty ini ga bisa dihubungi. Setelah ada ABE ternyata ada banyak perubahan, jadi agak sabar, jadi menyapa sekitar. Dan saya tahu banyak perubahan, mata yang dulu ber api api, diskusi yang dulu sangat ambisius, perlahan sirna………. dan dalam sebuah perjalanan sebuah pilihan itu harus dipilih. Thanks sudah banyak nemenin aku, gila bareng dengan kanda bandnya, gila bareng jalan jalan ke mallnya, gila bareng smp disebut ladies party, dan memberikanku CTM saat keracunan tongkol (ntah ini dapat resep darimana juga ga paham, 2 /3 CTM masalahnya). 9 tahun bukan perjalanan yang sebentar dan mudah, tetep selalu keep contact dan semoga dipertemukan dalam bisnis bisnis yang lain. Olahraga bu biar seger yah………. itu yang ga pernah kamu lakukan.

Mbak mbak kedua? mbak mbak yang bercita cita jadi google dan pengeyel nomer satu. Ternyata namanya Rizka, dia ga akan berhenti sebelum terbentur tembok, dia ga akan berhenti kalau ga sampai nyungsep di selokan, trust me. Kengeyelannya kadang harus membuat saya diam, karena kalau orang ngedumel terus kan dimintain tolong buat indomie juga akan berangkat hahahahha dan saya bisa bebas marah kapanpun hehehehhe. Bener tukang ngeyel? iya bener. Orangnya? baik. Kalau sudah punya jadwal dan keinginan busyet topan badai, banjir gempa juga akan diterjang selamanya. Kekeh dengan bisnis bisnisnya dan mengajarkan bagaimana mengatur keuangan dengan baik dan benar dan itu ga berhasil diterapkan ke saya ternyata. Selalu minta nasehat tapi setelah diberi nasehat A, maka B lah yang akan diambil. Kamarnya? bersih dan rapi, semua kembali pada tempatnya. Rasa simpati yang besar terhadap teman temannya, suka memberi nasehat, selalu mengcompare dengan google. Tapi dalam setiap perjalanan bukankah harus ada pilihan yang dipilih, setelah ada Nabila saya lihat ga secerewet dulu lagi, ga sengeyel dulu lagi, lebih sabar dari biasanya, menelaah semuanya dengan pelan. Terima kasih sudah mau merawat saat kena cacar, karena pada takut ketularan dan ga takut ketularan sendiri, terima kasih mau menemani saat harus injeksi cairan ke tulang kakiku dan karenanya aku ga bisa jalan kalau habis diinject.

Mbak mbak ketiga, ternyata namanya Niar. Dia akan ngobrol kalau diajak ngobrol, tipe orang yang ga suka koar koar, keras kepala dan ga bisa dibelokkan. Mau salto mau joget Caesar didepannya juga datar aja wajahnya kayak patung sudirman. Kalau lagi kumpul bareng dia cenderung diam, mendengar dan mengamati orang. Darinya saya belajar banyak bagaimana mengelola proyek, bagaimana menggunakan logika, bagaimana menciptakan peluang, apa itu tegar, berkorban & bangkit lagi, bagaimana sabar dan ngerem emosi menghadapi perjalanan hidup luar biasa dan tak biasa. Kalau dibikin cerita, bisa sepanjang sinetron tersanjung. Coba dia pilih belok kanan,, pasti saya sudah travelling main ke rumahnya di negeri Paman Sam. Dalam tiap perjalanan bukankah ada sebuah pilihan yang harus dipilih bukan?!

Mbak mbak ke empat, namanya ternyata wulan setyowati, anaknya ? baik banget, sabar, dan yang pastinya suka nangis. Dulu hampir sering ngeliat wajahnya bengap tiap pagi. Ini anak adalah malaikatnya kita kalau mau ijin, karena sering pulang maka dia yang hrs sering ijin, kita ? ikut aja dibelakangnya dan dia adalah penyelamat makananku ehehhehe, karena saya hobi beli makanan yang habisin ya wulan hehehehhe. Kalo anak sekarang bilang dia suka galau, dan dia org yang paling putus nyambung tapi akhirnya nyambung juga dan sekarang? berkelana tiap negara, menikmati tanah dan airnya, pengalaman yang luar biasa.

Mbak mbak ke 5 ? heheh mbak mbak yang bertapa di dalam kulkas, wajahnya jutek, cool, coba berdiri disebelahnya, kalau dia ga mood nyapa,  walau berdiri disebelahnya sejam juga ga bakal diajak ngomong kalau udah kerja. Saya selalu iseng berdiri disebelahnya, saking penasarannya ngerjain apa, karena orang kok bisa diam berjam jam duduk, kekamar mandipun jarang. Yang bikin iri adalah makan sebanyak apapun kok ya ga segendut aku, padahal dulu saya sumpah pernah kurus lho. Yah namanya dina siti aisyah, walau se dingin kulkas ternyata manja banget,, puti puti puti, emmohhhh aku ga mau makan ini, gamau makan itu. Kalau udah serius wajahnya tampak mencureng, ibu satu ini adalah bagian uji coba masakan kita, dan penyuplai ceker dan jamur kita. Dia bagian masak jamurnya saya beserta rekan rekan yang habisin hasil gorengannya, sempet nyimpen ? ya nggaklah, wong habis goreng langsung makan, lahap lahap…………..hobi masak, tapi masakannya disuruh ngabisin org lain, dia sendiri beli makanannya diluar karena makannya agak rewel. Kalau kita udah siap berangkat ……dinaaaaaaaaaaaaaaaa……………….jawab iya………………..padahal masih diatas kasur……….. Paling siang bangunnya dan project control jelas sangat diterapkan dalam hidupnya, kadang-kadang pingin ngajak hahahhaa hihiihihi tapi serius banget deh…………. Dina makasih buat cekernya, jamurnya, jalan jalan ke gresiknya,,,,,,,……………moga tetep masih berkarya disini menyelesaikan yang belum terselesaikan…………..i wish.

Mbak mbak ke 6, haduhhhh ada ta anak tekkim kayak gini, galaunya itu ga banget………… maskoe mbak yo opo iki………… hahahhaa. Galak kalau dikantor, sangat terobsesi tiap design padahal nggak sih hehehehhe soalnya ngitung uang aja selalu salah, dikibulin masalah uangpun pasti iya iya iya aja, karena ditanggung ga bisa ngitung wkwkkwkwkwkkw. Travelling ? ya dia paling “dangak” kalau soal berlibur, suka banget ngatain dia pelit………….mari kita ajak keluar, dan kita tinggalkan, biar dia yang bayar………………….ga banyak omong ah soal mbak mbak satu ini, karena ini adalah patner in crime yang bisa diolok olok sesuka hati wkkwkwkwkk.

Ini yang paling kiri Himni Tung,, bukan Hilmi,, wkwkk

Ini yang paling kiri Himni Tung,, bukan Hilmi,, wkwkk

Mbak mbak no 7 hilmi ? hehehhe apa ya ? ga begitu kenal karena duluan keluar.

Dan ……………………

Ok ternyata kehidupan dimulai dari Jakarta. Ternyata hal hal diatas adalah hal-hal dari kisah pertama. Ternyata Dina yg dulunya seperti manusia keluar dari kulkas, ternyata orangnya manja, dan suka omong puty puty puty untuk menyalurkan kemanjaannya. Orang galau yang ternyata  bernama Wike masih tetep berkutat dengan nama maskoe walau setelah nikah berubah penyebutan langsung kenama bukan maskoe lagi. Orang yang dulu berhasrat jadi google ternyata harus takluk pulang ke Surabaya di sebuah keputusan. Orang yang ramah yang ternyata sering nangis menjadi orang yang sering memutari jagad. Orang yang dulu fashionable dan cuek masih suka fashion dan ternyata sangat peduli, dan orang yang dulu butuh hidup didunia 3 ternyata takluk juga dengan senyuman Abe.

Pekerjaan ?

Hemmm ini area sensitive, knapa ? karena disitu ego, konflik, perbedaan pendapat dalam design beradu, dengan system management yang ga transparan tentunya yang kadang menjadi ruwet. Dan itulah kerja. Putty dengan sisi ambisius dalam karir, wike yang ambisius dalam mendesign, rizka yang tiba-tiba jadi  multi talenta elektrikal iya, cost control iya, wulan yang menjajaki jadi project control, Dina yang menerapkan project control dikehidupannya, dan Niar yang mencicipi banyak project pindah sana sini.

Tapi itu membuat sebuah pertemanan  hancur ? hemm paling ngedumel, dan selesai ya selesai. Tapi percayalah karena teman teteplah teman, persahabatan tetaplah persahabatan. Uang bisa dicari, rejeki ga akan pergi kemana, Tuhan punya cara lain bagaimana mengeluarkannya.

Udah LULUS ?

Ini adalah istilah kami kalau kami sudah resign, karena segubrak gubruknya kita, se error eroornya kita, ada masa dimana satu dengan yang lain saling menguatkan, saling sharing (makanan), tau bagaimana masing masing berpikir.

Karena dalam setiap perjalanan selalu ada keputusan yang harus diambil. Semoga pertemanan kita tetep selalu ada, bertemu dalam bisnis bisnis ntah apa itu nanti………………………………………………………..

Our First US$1,000 per Month

Welcome to Internet Marketing World !!

Buku ini bukan buku pertama yang kita beli di toko buku. Tapi sesuai judulnya, sesungguhnya buku ini yang membuka jalan penghasilan Dollar pertama kami di Internet Marketing. Bukan masalah isi bukunya.. tapi dari buku ini perkenalan dengan para pejuang dan pakar internet marketing Indonesia dimulai.

The moral is,, where there is a will there’s a way.

Berpelukan ala Teletubbies

What 1st comes in your mind when I mentioned teletubies? surely 'BERPELUKAN' 
Tagline membahana di seantero Indonesia.

Apa sebabnya Tinky-Winky, Dipsy, Lala, dan Poo selalu tersenyum? Apa sebabnya Teletubbies tak pernah menangis?

Meski terhalang perut gendut dan kepala sebesar baskom mereka tak pernah lupa berpelukan.

Berbeda warna tak membuat mereka absen menyayangi.

Ukuran dan ditonton jutaan orang seantero dunia tak menghalangi mereka untuk berbagi cinta.

Senyum dan pelukan adalah nutrisi jiwa. Suplemen hati gratis yang tak memerlukan usaha payah membeli di toko obat.

Jadi, ayo belajar dari Teletubbies.

Satu senyuman, satu pelukan setiap hari.

Cairkan penat di hati, hangatkan sekeliling dengan cinta.

 

Dan sekarang kamu bilang saya konyol. Teletubbies hanya tokoh fiksi anak-anak.

Tapi, toh mereka tersenyum.

Kentung, Motor, Gut Cop & Bad Cop

CASE 1

Perjalanan dari kantor Iskandarsyah ke rumah kos Mampang

Seperti malam-malam sebelumnya, tanpa basa-basi ana deanthung membawa motornya melewati jalur busway sepanjang buncit raya. Sebenernya jalanannya cukup sepi, karena sudah cukup larut, tapi mungkin karena kebiasaan dan males ber’senggolan’ dengan angkutan umum 75 & 57 yang berhenti dan ngebut seenak jidatnya, bu Kentung memilih jalan busway. Biasanya siy banyak motor-motor memakai jalur yang sama, tapi karena sudah larut juga, malam itu cuma motor kami yang melewati jalur busway itu.

Gotchaaaa,, pas diper-4-an duren tiga mau puter balik, tiba-tiba ada Pak Polisi ngagetin dan nyetop motor.

‘Malam mba. Bisa liat SIM & STNK nya? Tau salahnya?’

Sambil mengeluarkan SIM & STNK Kentung jawab ‘knapa ya pak?’

‘ini kan jalur busway,, blablablaa’

‘Ooo,, jadi ndak boleh ya.. maaf pak, baru pindahan dari Ngawi, jadi ndak tau kalo jalan begini ndak boleh dilewatin’ (dengan logat jawa)

‘Ooo,, dari Jawa yaa.. Ya sudah. Lain kali jangan lewat jalur busway ya. Ati-ati ya mba’

‘Baik Pak. Tks’

*case 1 close in peace*

CASE 2

Perjalanan dari rumah kos,, di jalur busway depan sekitar pasar Mampang kena cegat polisi lagi 

‘SIM STNK !! Knapa lewat jalur busway’

‘Maaf pak, ini lagi cepet-cepet anter teman saya ke Rumah Sakit. Perutnya mules diare’

‘O ya sudah lanjut aja silakan jalan lagi’

*case 2 close in peace*

CASE 3

Masuk jalur cepat Rasuna Said cari puteran kebablasan.. tiba-tiba muncul 2 polisi motor……

@#&)@&#@)@&#(@)#&@)#@,,,,,,,,,,,,,,,,,

CASE 4

Puter balik ambassador,, forbidden,, H-7 menjelang lebaran.. biasanya juga kagak ada polisi..

!(^#!(^#!)!#)!&#!)#&!)#&!#!,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Wajah Telaga

Kau sebut itu jingga
Dari ribuan langit yang terpendam
Pada labirin-labirin malam
Pada wajah wajah telaga yang tak pernah bohong

Saat semilir angin memucat
ribuan telaga itu pun terdesir
Ikuti alunan lirih nafasnya

Saat bahagia menjelma
Kau lihat telaga itupun tersenyum dalam pasi yang embun
Saat marah merekat
Kau lihat telaga itu memerah dalam decak apus

Saat telaga yang sabar berhadap dengan langit yang kau sebut awan
Hingga luruhnya tercenung dalam diam
Dalam ribuan guruh gelegar
Tetap kau sebut ia telaga, yang sabar dalam hampar
Hingga pagi mempertemukan mereka kembali
Telaga yang berhadapan dengan awan
Hingga lahirkan embun
Yang kau hirup dalam alunan detakmu

Biarkan, tetapkan, menjadi wajah telaga
Yang tak pernah bohong akan keadaan
Tetap dalam epos yang tak pernah bisa terjemahkan

Sayap Malaikat

Malaikat Bersayap?
Tergantung bagaimana kita mengartikan.
Seorang ibu bagiku adalah malaikat bersayap.
Sayap bukan laksana burung yang mengepak yang terbang lintasi batas.
Tapi sebentar saja kita terdiam,, kita bayangkan bahwa sayap adalah sebuah kasih sayang.
Bahwa sayap adalah angan yang menerbangkan kita,
Bahwa sayap adalah kecintaan,
Yang membuat kita damai,
Yang membuat kita melambung, menembus cakrawala.
Sayap bukan berarti sebuah kepakan.
Mungkinkah kita melihat dari sudut yang berbeda ?
Jawabnya adalah harus.
Bahwa sayap adalah sebentuk kasih yang melingkari hatimu.
Seperti bintang saat kau menatapnya di ketinggian,
dan kau menggantungkan cita-citamu disana.
Bukan bintang yang kau kejar, tapi arti dari bintang itu sendiri yang kau cari.

ah aku bukan malaikat,,, hanya pujangga tak bersayap saja, huehehe

1 2