Atas Namaku, Dengan Keteguhanmu

Untuk kamu yang pernah tersesat, tak bisa membedakan pagi dan petang

Aku enggan membuat ikatan, aku ragu, aku takut kehilangan

lalu kau datang dengan segala rapuhmu, enggan hidup dan bernafas

ada aku yang ternyata tak separahmu, aku ingin memberikan sesuatu yang tak lagi utuh, agar hatimu menjadi utuh kembali, tapi aku takut. punyaku berantakan, aku saja tak tahu isinya apa, tak teridentifikasi. aku ingin memberikannya tapi aku takut tak berharga dimatamu.

Ternyata saat kupergi berulang kali, kau memohon padaku untuk selalu tinggal, kau memintanya berulang ulang, dan kau tahu saat salah sedikit saja, aku bisa pergi meninggalkanmu juga.

aku ragu

lalu kau berjanji sampai kapanpun menerimaku apa adanya, aku rumahmu katamu, aku bahagiamu katamu. bahkan kau berjanji selalu ada. kau ingin hatimu utuh bersamaku

Aku ? ragu setengah mati karena tak mungkin jika……….

awalnya kau sangat sabar, meyakinkanku untuk sepenuhnya, aku kau rawat, seperti aku merawat fisikmu.

Luluh sudah aku dengan senyummu, kutitipkan padamu sesuatu yang tak utuh lagi, berkeping dan patah.

Kau ? menerimanya dengan berbinar, katamu pasti kuperbaiki. kau tak menghalangiku menemuiku mereka mereka yang pernah ada dihatiku, kau ikut menemuinya dan bahkan memulihkanku.

Sesekali aku melihat, apakah pekerjaanmu memperbaiki apa yang aku titipkan rapi di genggammu.

Aku lihat semakin rapi dan aku yakin kau semestaku sudah, aku tak pernah berpaling sekalipun dan menutup semua mungkin yang menawariku

Dan bahkan kelak, kaulah yang menghancurkannya berkeping keping berserakan, lebih parah saat kutitipkan pertama kali padamu

HUJAN

HUJAN ini romantis ya, katamu

dari mana romantis kataku, kita tak berjalan beriiringan. kau dengan payungmu dan akupun dengan payungku

aku bisa melihatmu berjalan didepanku, dibawah rinai hujan saja. begitu saja aku sudah bahagia, aku tahu aku tak tersesat. Ada kamu didepanku yang selalu membuka jalanku dan melindungiku selalu. Katamu

aku tak menyukai hujan, bersamamu aku menyukainya. ternyata dia ramah, menyenangkan, membuat kita bicara banyak hal, menggenggam eart tanganmu dan menatap wajahmu, adalah kutukan bagiku.

pembicaraan ringan kita, bahkan kita juga berbicara tentang orang lewat yang melintas didepan kita.

senyummu manis, katamu. dan karenanya kau jatuh cinta, kau ingin melihatku tersenyum hanya karenamu.

kau yang memburamkan ingatanku sendiri atas senyumku,

karena kelak kau sendiri yang memadamkannya berulang ulang tanpa henti.

LET GO

I have love

I have lost and i have changed

It has been difficult but i have learned so much from it

I have learned that people can hurt you so deeply

And not even worry about you

I learned that good people can change in a minute when their hearts have been broken

I have met great people as weel

But the most important thing………

I have learned is that every person in this world is strong enough to let go

People come and go and thats life

The most important thing is to stand up

Realize that you deserve something better than a person who give up on you

naj…..

TAPAK SEPATU

Jelajah tapakmu

Diantara panas aspal gemuruh

Pada lenganmu aku pernah merasa nyaman

Aku menghadiahimu sepatu adidas agar nyaman langkahmu, aku gagal….. katamu ” kutak biasa an”

Aku tersungkur pilu

Seluruh kenangan 100 hari membuatku buram

Ada banyak yang belum sempat kukatakan padamu

kita tak lagi saling sapa

Ada banyak yang belum sempat kukatakan padamu

Aku rindu

Aku kalah

Boleh aku menyerah Bapak

air mataku tak lagi sempat kutahan rela

Bapak, [ada 100 harimu aku kalah

CURANG

Aku terduduk, lelah, lunglai

Menetes gemuruh ragaku, tersujud tak tahu arah

IBU

ketika ibu menumbuh nenek kakek utuh menjagamu, memberi kasih tercurah

Bapak

Ketika Bapak menua, nenek masih merindukanmu, memberimu restu segala arah

Aku menetes tanpa arah

Tak tahu harus menahan

IBU – BAPAK

aku katakan curang, sekarang aku belantara sendiri tanpa kalian

Berjalan entah sampai kapan, aku hanya ingin pelukan

Luka, lelah, tanpa arah………..

IBU-BAPAK

Kadang dalam sunyi itu yang kusebut, ada luka yang entah kapan sembuh

Dan kupastikan tak akan pernah sembuh

Tapi aku harus berjalan dengan derai

Ibu-Bapak

Aku kangen dan hanya bisa memelukmu dengan doa dan air mata

Aku kangen sungguh

1 2 3 4 5 13